Apa artinya mengaku muslim ?
1. Mengislamkan akidah
Dalam mengislamkan akidah, konsekuensinya :
· Meyakini bahwa pencipta alam ini adalah Allah. (Al Anbiya’ : 22)
· Meyakini bahwa Al-Khaliq tidak menciptakan alam ini secara sia-sia. (Al Mu’minun 115-116)
· Meyakini bahwa Allah telah mengutus para Rasul dan menurunkan kitab-kitab untuk mengenalkan manusia kepada pengetahuan tentang Dia, tujuan penciptaan mereka, awal kejadian mereka, dan tempat kembali mereka. (An Nahl : 36)
· Meyakini bahwa tujuan keberadaan manusia ini adalah mengenal Allah, menaati-Nya, dan beribadah kepada-Nya. (Adz Dzariyat : 56 – 58)
· Meyakini bahwa balasan bagi mu’min yang taat adalah surge, sedangkan bagi kafir adalah neraka. (Asy Syura : 7)
· Meyakini manusia melaksanakan kebajikan dan kejahatan dengan ikhtiar dan kehendaknya, akan tetapi ia tidak bisa melaksanakan kebaikan kecuali dengan taufik dan pertolongan Allah. (Asy Syams: 7-10)
· Meyakini bahwa menetapkan syariat merupakan hak Allah yang tidak boleh dilanggar. (Asy Syura : 10)
· Menetahui nama-nama sifat-sifat Allah yang selaras dengan keagungan-Nya.
· Saya harus bertafakur mengenai ciptaan Allah, bukan mengenai dzat-Nya.
· Sifat-sifat Allah telah banyak disyaratkan oleh ayat AlQuranul Karim dan merupakan sifat-sifat yang dituntut oleh kesempurnaan uluhiyah.
· Meyakini bahwa pendapat para salaf lebih utama untuk diikuti, khususnya dalam persoalan takwil dan ta’thil, serta juga menyerahkan pengetahuan mengenai makna-makan ini kepada Allah.
· Beribadah kepada Allah tanpa mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. (An Nahl: 36).
· Takut kepada Allah dan tidak takut kepada selain-Nya. (An Nur: 42 )
· Mengingat-Nya dan senantiasa mengingat-Nya. (Ar Ra’d : 28)
· Mencintai Allah dengan kecintaan yang menjadikan hati senantiasa merindukan keagungan-Nya, tertambat kepada-Nya, sehingga untku mendorong untuk senantiasa menambah kebaikan, berkorban , dan berjihad di jalan-Nya. (At Taubah : 24)
· Bertawakal kepada Allah dalam segala keadaan dan menggantungkan diri kepada-Nya dalam segala urusan. (Ath Thalaq : 3)
· Bersyukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya yang tak terhingga serta segala karunia dan rahmat-Nya yang tak terhitung. (An Nahl : 78)
· Beristighfar memohon ampunan dan senantiasa beristighfar. (Al Imran : 135-136)
· Menyadari muraqobah (pengawasan) Allah baik dalam keadaan sendiri / tidak. (Al Mujadilah : 7)
2. Saya harus mengislamkan ibadah saya.
Dalam mengislamkan ibadah, konsekuensinya :
· Ibadahku harus “hidup” dan “tersambung” kepada ma’bud (Tuhan yang diibadahi).
· Ibadahku harus khusuk, sehinga dapat menghayati kehangatan komunikasi dengan Allah.
· Dalam beribadah, hari harus hadir (sepenuh hati), melepaskan pikiran dari sekelilingku, yaitu segala kesibukan dan keinginan duniawi.
· Dalam beribadah harus tamak, tidak pernah puas.
· Memiliki keinginan yang besar untuk melaksanakan qiyamul lail serta melatih diri untuk melaksanankannya sampai terbiasa.
· Menyediakan waktu untuk membaca dan merenungkan Al Qur’anul Karim.
· Menjadikan do’a sebagai tangga untuk memohon kepada Allah dalam setiap keadaan.
3. Saya harus mengislamkan akhlak saya.
Sifati – sifat yang seyogyanya terdapat pada seorang agar ia berakhlak Islam adalah sebagai beikut :
· Bersikap wara’ hati-hati terhadap syubhat.
· Menahan pandangan dari segala yang diharamkan oleh Allah.
· Menjaga lidah dari berbicara yang berlebihan, kata-kata kotor, kalimat yang kasar, pembicaraan yang sia-sia, bergunjing, dan mengadu domba.
· Malu dalam setiap keadaan, namun sifat pemalunya ini jangan sampai menghalanginya untuk berani dalam kebenaran.
· Pemaaf dan sabar. (Asy Syura : 43)
· Jujur, tidak berdusta, emngatakan benar walaupun terhadap diri sendiri, tanpa merasa takut akan celaan orang.
· Rendah hati, khususnya terhadap saudara-saudara sesama muslim.
· Menjauhi prasangka, ghibah, dan mencari cela sesama muslim. (Al Hujurat : 12)
· Dermawan dan murah hati, siap mengorbankan jiwa dan hartanya di jalan Allah. (Al Baqarah : 272)
· Menjadi teladan yang baik di tengah-tengah masyarakat.
4. Saya harus mengislamkan keluarga dan rumah tangga saya.
Sebagaimana yang ditempuh oleh Rasulullah, risalah Islam juga harus dibawa kepada keluarga, anak, istri, kerabat terdekat, lalu yang terdekat.
· Tanggung jawab pernikahan
Islam telah menunjukkan jalan dan telah mengisyaratkan beberapa faktor yang bisa memudahkan tugas dan mewujudkan rumah tangga muslim :
- Pernikahan dilakukan semata-mata karena Allah
- Salah satu tujuan menikah, menahan pandangan, memelihara kemaluan, dan bertakwa kepada Allah.
- Memilih pendamping hidup dan teman seperjalanan sebaik-baiknya.
- Memilih wanita yang berakhlak dan beragaman, sekalipun lebih rendah dalam hal harta dan kecantikan.
- Berhati-hati jangan sampai melanggar perintah Allah dalam hal pernikahan, dan takut kepada murka dan hukumannya.
· Tanggung jawab pascapernikahan
- Bersikap baik dan saling menghargai.
- Jangan sampai hubungan dengan istri sebatas nafsu semata.
- Hubungan dengan istri harus mengikuti syara’
· Tanggung jawab bersama dalam mendidik anak.
Kesuksesan dalam pernikahan, pemilihan istri yang salehah, meleburnya suami-istri dalam wadah Islam, berperan dalam ,mendidik anak-anak dengan pendidikan Islam sebagaimana yang diharapkan. Adapun kegagalan dalam melaksanakan pernikahan secara islami dan buruk-nya pemilihan calon istri, menimbulkan akibat-akibat yang menghancurkan dan menyebarkan banyak keburukan dalam seluruh isi rumah.
5. Saya harus mengalahkan nafsu saya.
· Sifat – sifat manusia
- Manusia yang dikalahkan oleh nafsu mereka. (Al Jatsiyah : 23)
- Manusia yang bersungguh-sungguh memerangi nafsunya dan melawan keinginannya. Kadang-kadang menang, tetapi kadang-kadang kalah. Mereka berbuat kesalahan tetapi kemudian bertobat. (Al Imran : 135)
· Perangkat – perangkat untuk memenangkan pertarungan melawan nafsu.
- Hati, selama hati dalam keadaan hidup, lembut, jernih, kukuh, dan bercahaya.
- Akal, selama akal memiliki kebijaksanaan, berpengetahuan, mampu membedakan, dan mencari ilmu yang dapat mendekatkan diri seseorang kepada Allah, serta mengetahui keagungan dan kekuasaan-Nya.
· Indikasi – indikasi kekalahan akhlak, yaitu ketika hati manusia mati, ketika akalnya padam/menyimpang dan kalah dalam peperangannya melawan setan, ketika itu banyak pintu kejahatan dalam dirinya sendiri dan setan mengalir di dalam dirinya sebagaimana aliran darah.
· Sarana untuk membentengi diri dari masuknya setan
- Senantiasa menyebut nama Allah sebelum memulai setiap pekerjaan.
- Membaca Al Qur’an, berzikir kepada Allah, dan beristighfar.
- Menghindari tindakan tergesa-gesa dan dan melaksanakan segala urusan dengan tenang.
6. Saya harus yakin bahwa masa depan adalah milik Islam.
Keyakinan ini didorong oleh beberapa faktor :
· Rabaniyah manhaj Islam, manhaj Islam yang bercorak ketuhanan dalah suatu konsep agama yang menjadikannya terdepan dibandingkan dengan seluruh sistem positif produk manusia.
· Universitas Manhaj Islam, perwujudan warna humanisme, konkretisasi dari warna keterbukaan dan kemampuan untuk memikul tanggung jawab keterbukaan ini.
· Elastisitas Manhaj Islam, warna yang memberinya kemampuan utuk menampung segala problem kehidupan yang berubah-ubah, bervariasi, dan bermacam-macam.
· Kelengkapan Manhaj Islam, warna yang membedakannya dari sistem “bumi” serat tatanan-tatanan “buatan” lainnya yang memiliki tujuan-tujuan terbatas.
· Keterbatasan sistem-sistem “wadh’iyah”, yaitu mengetahui sejauhmana kegagalan yang telah dialami sistem-sistem buatan manusia di setiap kawaasan dunia.
Apa artinya saya berafiliasi kepada pergerakan Islam ?
1. Saya harus untuk hidup untuk Islam.
Di dunia ini, manusia dibagi menjadi tiga golongan :
· Golongan yang hidup untuk dunia. (Al Jatsiyah : 24-25)
· Golongan yang tercampakkan di antara dunia dan akhirat, manusia yang goyah keyakinannya, tersesat tindakan-tindakan mereka dalam kehidupan dunia ini, akan tetapi mereka emnyangka bahwa mereka telah berbuat kebaikan.
· Golongan yang menganggap dunia sebagai lahan bagi kehidupan akhirat. (Al An’am : 32)
Agar hidup diarahkan di jalan Islam dan untuk Islam, perlu diketahui beberapa perkara, :
· Tujuan hidup. (Adz Dzariyat : 56)
· Mengetahui nilai dunia dibandingkan dengan akhirat. (At Taubah : 38)
· Menyadari bahwa kematian pasti datang dan mengambil pelajaran darinya. (Ar Rahman 26-27).
· Mengetahui hakikat Islam.
· Mengetahui hakikat jahiliah.
Dalam hidup dengan melaksanakan Islam, kehidupannya harus memiliki cirri-ciri dan karakter yang membedakan manusia secara umum,:
· Teguh dalam melaksanakan ajaran-ajaran Islam.
· Memiliki kepedulian terhadap kemaslahatan Islam.
· Bangga dengan kebenaran dan yakin kepada Allah.
· Senantiasa konsisten dalam memperjuangkan Islam dan saling tolong-menolong.
2. Saya harus meyakini kewajiban memperjuangkan Islam.
· Kewajibannya sebagai prinsip. (Al Baqarah : 159)
· Kewajibannya sebagai hukum. (Al Maidah : 44)
· Kewajiban menegakkan Islam sebagai kebutuhan darurat. (Al Baqarah : 193)
· Kewajiban secara individu dan kolektif. (Al Isra : 7)
· Barangsiapa berjihad, sesungguhnya ia berjihad untuk dirinya sendiri. (Al Ankabut : 6)
3. Pergerakan Islam, Misi, Karakteristik, dan Perlengkapannya.
· Misi pergerakan Islam, menghambakan manusia kepada Allah sebagai pribadi maupun sebagai masyarakat dengan memperjuangkan tegaknya masyarakat Islam yang mengambil hukum-hukum dan ajaran-ajaran dari Qur’an dan Sunnah.
· Karakteristik pergerakan Islam
- Pergerakan yang bercorak ketuhanan.
- Merupakan pergerakan independen, yaitu muncul dari realitas masyarakat Islam.
- Merupakan pergerakan yang progresif.
- Merupakan pergerakan yang komprehensif.
- Menjauhi perselisihan fiqih, karena yakin bahwa perselisihan dalam masalah-masalah firi’ merupakan keniscayaan.
· Spesifikasi gerakan Islam
- Jauh dari kekuasaan para penguasa dan politikus.
- Memiliki tahapan-tahapan dalam langkah-langkahnya.
- Mengutamakan aktivitas dan produktivitas daripada klaim dan propaganda.
- Mengatur napas yang panjang (tidak tergesa-gesa).
- Nyata dalam aktivitas, rahasia dalam organisasi.
- Uzlah kejiwaan, bukan fisik.
- Tidak menghalalkan segala cara.
· Perlengkapan pergerakan Islam
- Keimanan yang kuat dan mendalam.
- Meyakini jalan yang mereka tempuh serta keistimewaan dan kebaikannya.
- Meyakini persaudaraan serta hak-hak dan kesakralannya.
- Meyakini agung dan besarnya pahala.
- Meyakini akan diri mereka sendiri.
4. Saya harus mengakui jalan perjuangan Islam.
5. Saya harus mengetahui dimensi – dimensi afiliasi saya kepada pergerakan Islam.
· Afiliasi dalam akidah (Islam)
· Afiliasi dalam tujuan, afiliasi yang berlaku pada setiap keadaan.
6. Saya harus mengetahui poros – poros perjuangan Islam.
· Poros perjuangan Islam
- Kejelasan tujuan
- Kejelasan jalan, perjuangan untuk menerapkan syariat Islam.
- Komitmen terhadap jalan Rasul, yaitu: peribadahan hanya untuk Allah; pembentukan komunitas pergerakan yang memilii ikatan akidah dan keimanan kepada Allah; dan menghadapi kejahiliahan secara total.
· Posisi kekuatan fisik dalam srategi pergerakan, bukan segala-galanya melainkan kekuatannya adalah syiar Islam dalam setiap tatanan dan syariatnya.
7. Saya harus mengetahui persyaratan bai’at dan keanggotaan.
· Yang lebih utama peningkatan kualitas bukan kuantitas.
· Ba’iat yaitu sunnah nabi yang diberikan kepada kaum Muslimin kepada Rasulullah.
· Ketaatan merupakan kewajiban selama bukan dalam hal yang maksiat.
· Rukun – rukun ba’iat: pemahaman, keihklasan, amal, jihad, pengorbanan, ketaatan, keteguhan, dedikasi, persaudaraan, ukhuwah, kepercayaan.
· Kewajiban – kewajiban akhi muslim:
- Membaca wirid harian dari Al Qur’an.
- Membaca, mendengarkan, dan merenungkan makan-makan Al Qur’an.
- Melakukan check-up kesehatan.
- Hindari konsumsi kopi, teh, dan minuman perangsang lainnya secara berlebihan.
- Perhatikan kebersiahan dalam segala hal.
- Berkata jujur dan jangan sekali-kali berbohong.
- Tepati janji dan perkataan.
- Pemberani, tabah, pemalu, halus perasaan, adil, penyayang dan energik.
- Bersikap tenang dan mengutamakan sikap serius.
- Pandai membaca dan menulis, banyak membca risalah-risalah.
- Jangan berambisi memegang jabatan.
- Miliki minat yang tinggi untuk menjalankan profesi Anda.
- Bersikap baik dan menuntut hak Anda.
- Jauhilah perjudian dalam segala bentukya.
- Jauhilah riba dalam setiap muamalah.
- Membantu perekonomian Islam.
- Berpartisipasi dalam dakwah dengan sebagian dari harta.
- Tabunglah sebagian dari penghasilan.
- Semampu mungkin berusaha menghidupkan tradisi-tradisi Islami.
- Boikot pengadilan-pengadilan adat dan semua pengadilan yang tak islami.
- Senantiasa menyadari pengawasan Allah.
- Lakukan taharah secara baik dan laksanakan sholat dengan baik.
- Berpuasa di bulan Ramadhan dan memelihara niat jihad.
- Selalu bertobat dan beristighfar.
- Bermujahadahlah sehingga mudah mengendalikan hawa nafsu.
- Hindari minuman keras dan tempat-tempat hiburan/kemaksiatan.
- Jauhi sahabat yang jahat dan buruk.
- Kenali anggota kelompok satu persatu.
- Lepaskan semua keterikatan Anda terhadap kembaga yang tidak memberikan kemaslahatan fikrah.
- Berusaha menyebarkan dakwah di setiap tempat.
8. Wirid Rabithah